
Mengenal Kelembutan dari Tanah Pilih Pesako Betuah
Sore hari saat hujan mulai turun biasanya menjadi momen paling pas untuk menikmati camilan hangat di teras rumah. Aku sering sekali merasa bosan dengan pilihan kudapan yang itu-itu saja di pasar. Pernah tidak kamu merasakan hal yang sama. Ingin sesuatu yang manis tapi punya aroma tradisional yang sangat kuat dan menenangkan. Akhirnya aku teringat dengan salah satu permata tersembunyi dari kuliner Jambi yaitu Kue Padamaran.
Kue ini mungkin belum sepopuler kue lumpur atau dadar gulung di kota-kota besar namun sekali kamu mencobanya aku jamin kamu akan jatuh cinta pada suapan pertama. Teksturnya yang sangat lembut mirip dengan bubur sumsum namun dikemas dalam 'takir' atau wadah daun pisang yang memberikan aroma khas yang tidak bisa digantikan oleh wadah plastik apa pun. Masalahnya banyak orang ragu mencoba membuatnya sendiri karena takut teksturnya jadi terlalu keras atau malah terlalu cair. Tapi tenang saja lewat catatan kecil ini aku ingin berbagi cara yang paling pas agar kamu bisa sukses membuatnya di dapur sendiri.
Bahan-bahan yang Perlu Kamu Siapkan
- 150 gram tepung beras kualitas terbaik agar hasilnya tidak bau apek.
- 450 ml santan kental dari satu butir kelapa tua untuk rasa gurih yang maksimal.
- 100 ml air sari daun pandan dan suji yang sudah disaring (peras dari 10 lembar pandan dan 5 lembar suji).
- 100 gram gula aren yang sudah diiris halus untuk isian dasar dan taburan atas.
- 1/2 sendok teh garam halus untuk menyeimbangkan rasa manis.
- Daun pisang secukupnya yang sudah dilayukan di atas api untuk membuat wadah takir.

Cara Membuat Kue Padamaran yang Sempurna
- Langkah pertama kita siapkan dulu wadah takirnya. Bentuk daun pisang menjadi kotak kecil berukuran sekitar 5x7 cm dan sematkan lidi di kedua ujungnya. Pastikan tidak ada bagian yang bocor ya.
- Siapkan wadah besar lalu masukkan tepung beras dan garam. Tuangkan santan secara bertahap sambil terus diaduk rata agar tidak ada gumpalan tepung yang tersisa.
- Masukkan air sari pandan dan suji ke dalam adonan. Aduk kembali sampai warnanya menjadi hijau cantik dan merata. Kalau kamu mau warna yang lebih tajam pastikan takaran daun sujinya pas.
- Siapkan kukusan dan panaskan sampai airnya mendidih. Letakkan takir daun pisang di dalam kukusan.
- Masukkan satu sendok makan irisan gula aren ke dasar setiap takir.
- Tuangkan adonan hijau ke atas gula aren sampai memenuhi tiga perempat bagian takir. Jangan terlalu penuh karena nanti kita akan memberi lapisan gula lagi.
- Kukus selama kurang lebih 15 menit dengan api sedang. Pastikan tutup kukusan dilapisi kain agar uap air tidak menetes ke kue.
- Setelah 15 menit buka tutup kukusan lalu taburkan kembali sedikit irisan gula aren di atas permukaan kue yang sudah mulai memadat.
- Kukus kembali selama 10 menit sampai seluruh bagian matang sempurna dan gula aren di atasnya meleleh cantik.
- Angkat dan biarkan dingin sejenak sebelum disajikan.
Sentuhan Akhir yang Menggugah Selera
Saat kamu menyendok Kue Padamaran ini kamu akan menemukan kejutan gula aren yang mencair di bagian bawah dan atasnya. Perpaduan gurihnya santan dengan manisnya gula aren yang meresap ke dalam adonan tepung beras hijau benar-benar sebuah harmoni rasa yang luar biasa. Teksturnya yang lumer akan langsung lumat di lidah tanpa perlu banyak dikunyah. Kue ini paling enak dinikmati selagi hangat sebagai teman minum teh tawar atau kopi pahit. Ternyata membawa suasana Jambi ke meja makan rumah tidak sesulit yang dibayangkan bukan. Selamat mencoba di dapur kesayangan kamu.
🛒 Rahasia Dapur Resep Bunda
Mau hasil masakan persis seperti resep di atas? Rahasianya ada di alat masak anti lengket dan bumbu pilihan yang biasa kami pakai.
Cek Koleksi Alat Masaknya di Shopee