
Bukan Sekadar Es Biasa: Kisah di Balik Legenda Es Selendang Mayang
Hai, teman-teman pecinta kuliner! Aku mau cerita nih, kadang suka kangen gak sih sama jajanan atau minuman jadul yang sekarang udah susah banget dicari? Aku sih sering banget lho, apalagi kalau lagi cuaca panas terik kayak gini. Rasanya pengen ada yang seger-seger tapi bukan cuma es campur biasa, pengennya yang punya cerita, yang bikin nostalgia.
Nah, beberapa waktu lalu pas lagi jalan-jalan di sekitaran Jakarta, aku keinget sama satu minuman legendaris yang warnanya cantik banget, teksturnya kenyal, dan kuahnya itu lho, manis gurih bikin nagih. Yap, Es Selendang Mayang! Jujur aja, nyari yang otentik sekarang lumayan susah. Kebanyakan udah gak pake resep aslinya, atau malah udah gak jualan lagi. Padahal kan, Es Selendang Mayang ini punya sejarah panjang sebagai salah satu ikon kuliner Betawi yang menyegarkan.
Pasti kalian pernah ngerasain kan, gimana susahnya menemukan rasa yang pas, yang bener-bener kayak buatan nenek dulu? Belum lagi mikir, 'aduh, bikinnya pasti ribet nih'. Eits, jangan salah! Aku punya resep rahasia Es Selendang Mayang asli Betawi yang gak cuma gampang banget kamu ikutin, tapi juga dijamin anti gagal. Hasilnya cantik, rasanya otentik, dan yang paling penting, dinginnya itu lho, bikin adem sampai ke hati. Yuk, siapin catatan, kita bongkar resepnya bareng!
Bahan-bahan
- 100 gr tepung hunkwe (ini rahasia kenyalnya ya!)
- 25 gr tepung tapioka
- 1 liter air
- 1/2 sdt garam
- Pewarna makanan secukupnya (merah muda, hijau, dan putih alami)

Untuk Kuah Santan
- 500 ml santan kental (dari 1 butir kelapa, biar gurihnya nampol)
- 1/2 sdt garam
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
Untuk Sirup Gula Merah
- 200 gr gula merah, sisir halus
- 100 ml air
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
Pelengkap
- Es batu secukupnya
Cara Membuat
- Campurkan tepung hunkwe, tepung tapioka, garam, dan air dalam sebuah panci. Aduk rata sampai tidak ada gumpalan.
- Bagi adonan menjadi tiga bagian sama rata. Beri pewarna merah muda pada satu bagian, dan pewarna hijau pada bagian lain. Satu bagian biarkan berwarna putih alami.
- Masak adonan putih di atas api sedang sambil terus diaduk sampai mengental dan meletup-letup. Tuang ke dalam loyang yang sudah dialasi plastik. Ratakan.
- Masak adonan merah muda dengan cara yang sama, lalu tuang di atas lapisan putih. Ratakan kembali.
- Terakhir, masak adonan hijau dan tuang di atas lapisan merah muda. Ratakan dan diamkan sampai dingin dan mengeras sempurna. Proses pendinginan ini penting biar hasilnya padat dan mudah dipotong ya.
- Sambil menunggu adonan hunkwe mengeras, kita buat kuah santan. Campurkan santan kental, garam, dan daun pandan dalam panci. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Kalau sudah mendidih, angkat dan dinginkan.
- Untuk sirup gula merah, campurkan gula merah, air, dan daun pandan dalam panci kecil. Masak sampai gula larut dan sirup sedikit mengental. Angkat dan saring. Sisihkan.
- Setelah adonan hunkwe mengeras, keluarkan dari loyang dan potong-potong memanjang atau sesuai selera. Kamu bisa potong tipis-tipis biar lebih gampang pas disendoknya nanti.
Penyajian
Siapkan mangkuk saji. Ambil beberapa potong 'selendang mayang' yang sudah dipotong. Tambahkan es batu secukupnya. Kemudian, siram dengan kuah santan yang gurih dan manisnya sirup gula merah. Wah, dijamin deh, perpaduan kenyal dari selendang mayangnya, gurihnya santan, manisnya gula merah, dan dinginnya es batu itu bikin sensasi yang luar biasa di lidah. Manisnya pas, segarnya dapet, dan teksturnya itu lho, bikin ketagihan! Cocok banget buat teman ngobrol atau pelepas dahaga di siang bolong. Selamat mencoba ya, kalian!